kejayaan islam di spanyol


 Kejayaan Islam di Spanyol, sebagaimana dijelaskan panjang lebar oleh Muhsin, berlangsung sekitar abad 7-10 Masehi ketika pemerintahan Islam berpusat di AndalusiaAndalusia pada masa itu merupakan pusat pendidikan dunia dan kebudayaan dunia.                                             
 
 Bangunan-bangunan bersejarah seperti Istana Al-Hambra, Masjid Raya Cordoba, dan Medinat Az-Zahra (Istana Khalifah) merupakan masterpiece arsitektur dunia saat itu. Pada periode yang bersamaan, negara-negara di Eropa justru tengah mengalami keterbelakangan dalam berbagai bidang, sehingga periode tersebut dikenal dengan “the Dark Age”.

Islam di Andalusia mulai mengalami kemunduran ketika Sultan Abdulrahman ke-3 meninggal dunia pada abad 11 Masehi. Ia digantikan oleh putranya yang masih kecil dan belum berpengalaman. Hal ini memicu perebutan kekuasaan oleh berbagai pihak baik Muslim maupun non-Muslim.

 


dan juga Peradaban Islam di Andalusia (Perspektif Sosial Budaya). Dari sisi ilmu pengetahuan, tidak hanya dari kalangan muslim sendiri, orang-orang baratpun telah mengakui, bahwa sebagian besar dasar-dasar ilmu pengetahuan di lahirkan oleh para ilmuwan muslim. Begitu pula dengan masa kebangkitan Eropa yang tidak lepas dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam, dimana para pelajar-pelajar dari Eropa telah dikirim ke Baghdad dan Cordova untuk menggali ilmu pengetahuan di sana. Di bidang-bidang ilmu keIslaman, perkembangan sastra dan bahasa Arab secara meluas terjadi pada masa Umayyah. Selain itu lahir pula Ulama-ulama besar. Oleh karena itu, meneliti kembali sejarah Bani Umayyah menjadi penting adanya, sebab peradaban masa kini merupakan bagian dari rantai sejarah yang tidak putus dan dengan meneliti dan memahami sejarah peradaban Islam pada masa Bani Umayyah II di Andalusia kita akan dapat memetakan rentetan sejarah peradaban Islam yang merupakan bagian dari rantai evolusi hingga masa kini.

 

6 komentar untuk "kejayaan islam di spanyol"